Lewati ke konten utama
TeknoPulse.

AI /

Nubia NaviX Ultra Resmi Kantongi Sertifikat, Smartphone AI Agen Pertama di Dunia Segera Meluncur

Nubia NaviX Ultra, ponsel AI agen hasil kerja sama ZTE dan ByteDance, secara resmi mengantongi sertifikat kelayakan dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok pada 1 September 2026. Seluruh pemrosesan AI dijalankan secara lokal di perangkat, bukan di cloud.

Oleh TeknoPulse Redaksi 4 menit baca
Nubia NaviX Ultra Resmi Kantongi Sertifikat, Smartphone AI Agen Pertama di Dunia Segera Meluncur

Nubia NaviX Ultra Resmi Kantongi Sertifikat, Smartphone AI Agen Pertama di Dunia Segera Meluncur

Siap-siap, era baru smartphone sedang datang. Pada 1 September 2026, Nubia NaviX Ultra secara resmi mengantongi sertifikat kelayakan edar dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT). Ponsel hasil kerja sama ZTE dan ByteDance — perusahaan di balik TikTok — ini bukan sekadar HP dengan asisten suara baru. Ini adalah perangkat yang mengklaim diri sebagai ponsel AI agen pertama di dunia yang benar-benar lulus seluruh proses regulasi dan siap dijual secara massal.

President ZTE dan Nubia, Ni Fei, melalui media sosialnya mengatakan bahwa ponsel ini telah menyelesaikan seluruh jalur kepatuhan regulasi — mulai dari pendaftaran model AI besar hingga perizinan perangkat keras — menjadikannya ponsel AI agen pertama yang benar-benar legal dan siap dijual secara luas. Seluruh sistem AI pada perangkat harus melewati evaluasi keamanan dan kepatuhan yang ketat sebelum diizinkan beroperasi di pasar Tiongkok.

Empat Pilar Inti: Memahami, Mengerjakan, Mengingat, dan Aman

Nubia merancang NaviX Ultra di sekitar empat kemampuan inti: Memahami maksud pengguna dari percakapan alami, Mengerjakan tugas secara mandiri lintas aplikasi, Mengingat preferensi dari percakapan sebelumnya, dan Aman karena seluruh proses AI berjalan secara lokal.

Alih-alih merespons pertanyaan satu per satu seperti asisten suara tradisional, Doubao Mobile Assistant di NaviX Ultra dirancang untuk memahami maksud pengguna secara kontekstual, lalu mengerjakannya secara otonom. Pengguna bisa meminta ponsel untuk membandingkan harga di beberapa platform belanja dan langsung memesan produk pilihan — semua dalam satu instruksi.

Pendekatan teknis di balik kemampuan lintas aplikasi ini cukup menarik. Nubia tidak menggunakan metode pengambilan layar dan simulasi sentuhan seperti bot otomatis tradisional. Sebagai gantinya, mereka mengadopsi protokol MCP (Model Context Protocol) — standar terbuka yang memungkinkan aplikasi pihak ketiga terhubung langsung ke asisten AI. Doubao berkomunikasi langsung dengan layanan melalui antarmuka resmi pengembang, bukan dengan membaca layar pengguna. Ini pendekatan yang jauh lebih hormat terhadap privasi. Baca juga ulasan adopsi MCP oleh developer lokal untuk konteks protokolnya.

Satu hal penting: seluruh proses inferensi AI — termasuk pemahaman bahasa alami dan pengambilan keputusan tugas — dijalankan secara lokal di perangkat (on-device), bukan di server cloud. Data percakapan dan konteks pribadi tidak dikirim ke server ByteDance manapun.

Hardware Kuat untuk Beban AI Berat

Di balik kecerdasan AI-nya, NaviX Ultra menawarkan spesifikasi perangkat keras yang serius. Prosesor Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen5 menangani beban AI berat, layar 6,78 inci resolusi 1,5K mendukung refresh rate 144Hz, baterai 7.100 mAh dengan pengisian cepat 90W-100W, dan kamera utama 50 megapiksel dengan telefoto periskop. Ponsel hadir dalam empat warna — Biru Horizon, Hitam, Putih, dan Pink Impian — dengan tombol fisik berwarna oranye sebagai shortcut ke asisten Doubao.

Generasi pertama ponsel Doubao yang dirilis akhir 2025 dijual resmi 3.499 yuan (Rp 7,2 juta) namun langsung habis dan harga di pasar sekunder meroket hingga 12.999 yuan (Rp 26,8 juta) — bukti betapa besarnya minat terhadap ponsel AI agen yang fungsional.

Apa Artinya untuk Indonesia?

Peluncuran NaviX Ultra terjadi di tengah lonjakan pasar smartphone premium September 2026, di mana Apple, Huawei, dan Xiaomi juga kesiapan merilis produk terbaru mereka. Namun proposisi Nubia berbeda — bukan soal desain layar, melainkan kecerdasan buatan yang benar-benar otonom.

Bagi pengguna di Indonesia, ByteDance sebagai otak di balik ponsel ini sudah sangat dikenal lewat TikTok dengan lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan. Jika Doubao dikembangkan untuk pasar internasional, ekosistem ByteDance yang sudah mapan bisa menjadi landasan kuat ekspansi ponsel AI agen mereka ke Indonesia.

Secara lebih luas, NaviX Ultra menandai pergeseran konkret dari fase “ponsel yang bisa diajak bicara” ke fase “ponsel yang bisa mengerjakan tugas”. Dan jika konsep ini berhasil di pasar Tiongkok, bukan tidak mungkin merek-merek lain mengikuti dalam satu atau dua tahun ke depan.

Ponsel yang bekerja untuk Anda — bukan sekadar bekerja saat Anda menyuruhnya. Itulah janji yang dibawa NaviX Ultra ke rak toko, dan layak untuk terus dipantau. Untuk membandingkan pendekatan ini dengan ekosistem robotika yang lebih luas, baca juga perkembangan robot humanoid dan kisaran harga 2026.

Sumber

  • IT Home (ITHOME), “World’s First AI Agent Phone: Nubia NaviX Ultra Launches This Month with Network Access Certification”, 1 September 2026
  • Meiri Jingji Xinwen (Daily Economic News), “Doubao Phone Nubia NaviX Ultra Launches This Month; AI 3D Company VAST Raises ~5 Billion Yuan in Six Months”, 2 September 2026
  • Tencent Tech / Pacific Technology, “Nubia NaviX Ultra Officially Receives Network Access Certification, Launching in September”, 2 September 2026
  • Jiemian / Yangcheng Wanbao, “Doubao Phone Launches This Month, World’s First AI Agent Finally Arrives”, 2 September 2026

Artikel terkait

Semua artikel →