Xiaomi Rilis MiMo-V2.6: Model AI Triliun Parameter Bersifat Terbuka, Gratis untuk Semua Orang

Xiaomi Rilis MiMo-V2.6: Model AI Triliun Parameter Bersifat Terbuka, Gratis untuk Semua Orang

Oleh TeknoPulse Redaksi • • 4 mnt baca

Xiaomi Rilis MiMo-V2.6: Model AI Triliun Parameter Bersifat Terbuka, Gratis untuk Semua Orang

Siang, pembaca setia! Ada kabar besar dari dunia kecerdasan buatan yang wajib kalian tahu. Xiaomi baru saja meresmikan MiMo-V2.6, seri model AI mereka yang luar biasa kuat dan kini bisa diunduh secara gratis oleh siapa pun. Ya, kalian tidak salah baca — Xiaomi benar-benar membebaskan model berskala triliun parameter ini untuk komunitas global.

Apa Itu MiMo-V2.6?

MiMo-V2.6 adalah seri model AI native multimodal yang berarti mampu memproses teks, gambar, video, dan audio secara bersamaan dalam satu sistem. Xiaomi merilis dua varian utama: MiMo-V2.6-Pro berkapasitas satu triliun parameter dan MiMo-V2.6-Flash dengan 309 miliar parameter serta 15 miliar parameter aktif. Keduanya dirilis di bawah lisensi MIT, yang artinya bebas digunakan untuk penelitian, pengembangan produk, bahkan keperluan komersial tanpa biaya lisensi.

Yang bikin serius, MiMo-V2.6-Pro berhasil mencatat skor 46 poin pada Artificial Analysis Intelligence Index versi 4.3.2. Skor ini melampaui Kimi K3 (44 poin) dan GLM-5.3 (45 poin), menjadikannya model open-weight dengan peringkat tertinggi di indeks tersebut. Lonjakan ini sangat signifikan dibandingkan pendahulunya, MiMo-V2.5-Pro, yang hanya meraih 26 poin.

Bagaimana Xiaomi Mencapainya?

Dibalik pencapaian itu ada pendekatan yang cukup unik bernama Recursive Self-Improvement (RSI) atau peningkatan diri secara rekursif. Xiaomi menjelaskan bahwa mereka memperluas kapasitas reinforcement learning (RL) secara masif selama proses pelatihan. Alih-alih hanya memperbesar model, Xiaomi memperbesar cara model itu belajar.

Dalam praktiknya, proses pelatihan Pro menelan biaya sekitar 2,62 juta dolar AS dan Flash sekitar 850.000 dolar AS, selesai dalam waktu kurang dari enam hari. Masing-masing menjalani 30 langkah RL dengan total sekitar 750 ribu trajectories. Hasilnya, pada ujian DeepSWE v1.1 yang mengukur kemampuan rekayasa perangkat lunak, skor Pro melonjak dari 48,8 menjadi 65,7, dan Flash dari 58,4 menjadi 72,6. Peningkatan itu bukan sekadar angka — itu berarti model ini benar-benar lebih baik dalam menulis, memahami, dan bekerja dengan kode.

Xiaomi juga membagikan sumber daya penting bagi komunitas: lebih dari 7.000 tugas RL berkualitas tinggi, framework pelatihan end-to-end, dan harness pelatihan yang bisa diadaptasi. Ini berarti peneliti dan developer di seluruh dunia bisa langsung bereksperimen tanpa memulai dari nol.

Harganya Bikin Melongo

Kalau selama ini penggunaan model AI kelas atas selalu terasa mahal, MiMo-V2.6 ingin mengubah itu. Berikut referensi harga yang dipatok Xiaomi:

  • Flash: Rp 1 per juta token input, Rp 2 per juta token output
  • Pro: Rp 3 per juta token input, Rp 6 per juta token output

Dibanding model luar negeri dengan kemampuan setara, Xiaomi mengklaim harganya hanya sepersepuluh hingga seperenam puluh dari harga kompetitor. Untuk developer indie, startup, atau mahasiswa di Indonesia yang selama ini terhambat biaya, ini adalah kabar yang sangat menyenangkan.

Apa yang Bisa Dilakukan MiMo-V2.6?

Kemampuan MiMo-V2.6 cukup luas. Dalam pengembangan game, model ini bisa menerima input gambar, video, atau teks, kemudian menguraikan permintaan menjadi tugas-tugas kecil yang dikerjakan secara kolaboratif oleh banyak agent untuk membangun scene 3D. Dalam simulasi robotika, MiMo-V2.6 membaca tampilan kamera dari berbagai sudut, lalu secara langsung mengontrol lengan robot Franka Panda untuk mengambil benda, mencocokkan warna, dan meletakkannya di tempat yang tepat.

Ada juga contoh menarik dari dunia sains: MiMo-V2.6-Pro pernah membantu para peneliti menyaring desain material MOF (Metal-Organic Framework) untuk menyerap senyawa PFAS, serta membuktikan teorema klasik “Period Three Implies Chaos” dari Li-Yorke menggunakan Lean 4 — dan buktinya berhasil diverifikasi oleh kernel Lean. Semua itu tanpa pelatihan khusus untuk matematika formal.

Relevansi untuk Indonesia

Bagi developer dan komunitas teknologi Indonesia, rilis ini punya makna besar. Model berskala triliun parameter yang sebelumnya hanya bisa diakses melalui API berbayar mahal kini bisa diunduh, dijalankan secara lokal, dan dimodifikasi secara bebas. Startup lokal yang ingin membangun produk berbasis AI tanpa hambatan biaya lisensi kini punya opsi yang sangat kuat. Institusi pendidikan juga bisa memanfaatkan model ini untuk riset tanpa perlu anggaran besar.

Xiaomi MiMo-V2.6 bisa langsung diunduh melalui Hugging Face, ModelScope, dan OpenRouter. Sementara itu, Xiaomi juga merilis aplikasi MiMo Desktop untuk Windows dan Mac yang memungkinkan siapa pun mengakses model ini tanpa perlu keahlian teknis dalam command line.

Kesimpulan

Xiaomi MiMo-V2.6 adalah langkah berani yang bisa mengubah aksesibilitas AI global. Model open-weight ini bukan sekadar gratis — performanya nyata dan terukur, harganya masuk akal, dan kelengkapan resources yang disediakan Xiaomi menunjukkan mereka serius membangun ekosistem, bukan sekadar marketing. Mari kita saksikan bersama bagaimana komunitas Indonesia bisa memanfaatkan peluang ini.


Sumber

Artikel Terkait